bukan mau mengata,
tapi kau lupa kita siapa?
bukan dari golongan ada ada,
jadi cuma hormat yang termampu untuk kita.
bukan la mau menghalal cara anak orang berada,
berkata kasar sentiasa,
tapi kita ini apa nak dibangga,
tak punya apa,
sentiasa meminta-minta.
kami ini kawan, kami ini kekasih,
bukan untuk lawan, bukan untuk disisih.
1342/140815
Aug 13, 2015
Aug 4, 2015
JIJIK
dan setiap kali itulah aku mula benci pada diri,
setiap sudut dari duduk hingga berdiri,
dari kulit, tulang terus ke isi,
aku tarik dari dalam dan hambur segala isi.
peritnya kau tak mampu tangani,
tak ada tubuh sanggup rasai,
tak ada manusia mahu hampiri.
mungkin sudah sebati,
atau juga rutin sehari hari,
nampak tenang kadang senyum lagi,
tapi penyakit ini antara pembunuh mati,
dalam sepi,
suatu masa nanti,
terbaring saja ditepi,
tanpa siapa sedari,
sakit ini sudah bawa aku pergi...
0151AM/050815
setiap sudut dari duduk hingga berdiri,
dari kulit, tulang terus ke isi,
aku tarik dari dalam dan hambur segala isi.
peritnya kau tak mampu tangani,
tak ada tubuh sanggup rasai,
tak ada manusia mahu hampiri.
mungkin sudah sebati,
atau juga rutin sehari hari,
nampak tenang kadang senyum lagi,
tapi penyakit ini antara pembunuh mati,
dalam sepi,
suatu masa nanti,
terbaring saja ditepi,
tanpa siapa sedari,
sakit ini sudah bawa aku pergi...
0151AM/050815
Jul 26, 2015
SANTAI
dalam petah aku bicara,
masih banyak yang aku sembunyi duka.
tidak semua yang aku cerita,
kerna ada antaranya tidak penting untuk dihebah berita.
cuma kalau mau kau tau,
hanya dari buku buku,
tulisan berjela dari aku.
itu semua tiada tipu.
jadi andai kau mau pertikai,
siapa mau baca cerita cerita bangkai,
ingat, aku menulis, kerana mulut sudah dirantai,
bukan untuk kau baca waktu santai,
ini semua tulisan kosong, bukan untuk dijadikan manusia bijak pandai.
270715/0241AM
masih banyak yang aku sembunyi duka.
tidak semua yang aku cerita,
kerna ada antaranya tidak penting untuk dihebah berita.
cuma kalau mau kau tau,
hanya dari buku buku,
tulisan berjela dari aku.
itu semua tiada tipu.
jadi andai kau mau pertikai,
siapa mau baca cerita cerita bangkai,
ingat, aku menulis, kerana mulut sudah dirantai,
bukan untuk kau baca waktu santai,
ini semua tulisan kosong, bukan untuk dijadikan manusia bijak pandai.
270715/0241AM
Jun 15, 2015
PENAT
akan ada suatu masa,
kau akan hilang suara,
penat lagi mau bercerita,
sakitnya masih ada,
cuma dibutakan saja.
beban itu,
diletak pada kedua bahu,
dipikul sampai kehulu,
jauh dari semua untuk sementara waktu.
sampai tak tertulis,
sampai tak terkeluar semua kata...
150615/2238
kamar
kau akan hilang suara,
penat lagi mau bercerita,
sakitnya masih ada,
cuma dibutakan saja.
beban itu,
diletak pada kedua bahu,
dipikul sampai kehulu,
jauh dari semua untuk sementara waktu.
sampai tak tertulis,
sampai tak terkeluar semua kata...
150615/2238
kamar
Jun 11, 2015
PEMALAS (untuk golongan yang tak sedar diri)
tak da duit, pergilah cari.
bukan duduk goyang kaki,
minta belas pada diri,
merungut dianak tiri,
ditolak tepi,
tapi memang salah sendiri,
ego terlalu tinggi,
buta tuli,
tapi masih mau lagak tuan menteri.
120615/1131AM
duit boleh cari, jadi jangan malas macam babi.
bukan duduk goyang kaki,
minta belas pada diri,
merungut dianak tiri,
ditolak tepi,
tapi memang salah sendiri,
ego terlalu tinggi,
buta tuli,
tapi masih mau lagak tuan menteri.
120615/1131AM
duit boleh cari, jadi jangan malas macam babi.
May 24, 2015
FIX YOU
Fix You, Coldplay pada volume paling tinggi supaya yang didengar hanya lagu, bukan sedu tangis sendiri.
Untuk kali keberapa hari itu, rantainya putus lagi. Rantai yang berloket K, dan cincin. Tapi untuk kali pertamanya, dia biarkan rantai itu dilantai, terputus. Bukan dia sengaja putuskan, tapi memang sengaja dia biarkan. Jam yang hampir putus pun kadang sengaja dia tidak sarungkan ditangan. Bukan kerana sudah rosak, walaupun memang jam itu sudah tiada fungsi. Cuma, hatinya yang sudah rosak.
Kau bosan dengan aku punya tingkah,
yang lincah,
tak larat kau melayan.
Kau ego mau mengaku,
tak apa, nanti aku pergi baru kau tau.
Selalu sudah retak berliku,
nanti bila hancur, terus jadi abu.
Semua ada tahapnya,
lagi-lagi aku,
yang cepat mengalah sebelum waktunya.
Dia akhiri dengan waktu 1156AM, dua puluh lima mei dua ribu lima belas. Dia hampir patah. Kalau kau tak segera baikkan rosaknya, yang patah tak kan kembali pada asalnya...
Untuk kali keberapa hari itu, rantainya putus lagi. Rantai yang berloket K, dan cincin. Tapi untuk kali pertamanya, dia biarkan rantai itu dilantai, terputus. Bukan dia sengaja putuskan, tapi memang sengaja dia biarkan. Jam yang hampir putus pun kadang sengaja dia tidak sarungkan ditangan. Bukan kerana sudah rosak, walaupun memang jam itu sudah tiada fungsi. Cuma, hatinya yang sudah rosak.
Kau bosan dengan aku punya tingkah,
yang lincah,
tak larat kau melayan.
Kau ego mau mengaku,
tak apa, nanti aku pergi baru kau tau.
Selalu sudah retak berliku,
nanti bila hancur, terus jadi abu.
Semua ada tahapnya,
lagi-lagi aku,
yang cepat mengalah sebelum waktunya.
Dia akhiri dengan waktu 1156AM, dua puluh lima mei dua ribu lima belas. Dia hampir patah. Kalau kau tak segera baikkan rosaknya, yang patah tak kan kembali pada asalnya...
May 11, 2015
TULIS
aku berpuisi,
kerana aku sepi.
aku hanya punya diri sendiri,
untuk aku luahkan segala serbi.
mungkin itu punca aku tidak kemana,
tidak tinggi dimata manusia,
menulis hanya untuk suka suka.
tapi dulu,
waktu mula aku melarikan tangan, mencoret luka,
banyak yang berkatakata,
puisi aku dipersenda.
ayat aku dibuat jenaka,
pernah buku diambil, lantas puisi aku dibaca sekuat kuatnya.
bukan bangga, tapi lebih kepada menghina.
tapi itu tidak apa,
manusia banyak ragamnya,
mungkin itu cara mereka bergembira,
untuk menghibur hati yang luka.
cuma yang peritnya,
yang merampas, membaca, tertawa, menghina,
itu orang yang aku panggil kawan.
jadi jangan hairan,
kalau kau semua aku tidak layankan.
kerna tingkahnya selayak syaitan.
1117PM/110515
kerana aku sepi.
aku hanya punya diri sendiri,
untuk aku luahkan segala serbi.
mungkin itu punca aku tidak kemana,
tidak tinggi dimata manusia,
menulis hanya untuk suka suka.
tapi dulu,
waktu mula aku melarikan tangan, mencoret luka,
banyak yang berkatakata,
puisi aku dipersenda.
ayat aku dibuat jenaka,
pernah buku diambil, lantas puisi aku dibaca sekuat kuatnya.
bukan bangga, tapi lebih kepada menghina.
tapi itu tidak apa,
manusia banyak ragamnya,
mungkin itu cara mereka bergembira,
untuk menghibur hati yang luka.
cuma yang peritnya,
yang merampas, membaca, tertawa, menghina,
itu orang yang aku panggil kawan.
jadi jangan hairan,
kalau kau semua aku tidak layankan.
kerna tingkahnya selayak syaitan.
1117PM/110515
Subscribe to:
Posts (Atom)